Saturday, 7 May 2011

~ Sahabat ku ~

.

'Sebentar lagi, grup persahabatan kita akan berubah,namanya bukan lagi SARAIZAH. Anggotanya,akan ketambahan Mira dan Dyah. Jadi,kita adalah 10 sahabat. 'Kulihat Atirah berbicara dengan Atika dan Airesha. Aku menangis sesenggukan di kelas, kala mendengar kata-kata Atirah. Aku merasa, aku telah benar-benar dibuang dari grup persahabatan SARAIZAH.

Tapi bukan karna itu yang membuatku menangis, tetapi karna Yang telah bersahabat dengan Airesha dan melupakan aku. Aku pun teringat masa-masa dimana aku mempunyai kenangan pahit di grup SARAIZAH. SARAIZAH sendiri,dibentuk oleh 4 orang sahabat,diantaranya Aku, Atika, Airesha, dan Atirah. Setelah empat bulan kulewati bersama sahabat-sahabat ku, aku merasa ada ketidak cocokan bersahabat dengan Airesha.

Dia terlalu egois untuk menjadi sahabatku. Akhirnya aku memutuskan menyendiri untuk sementara waktu. Lambat laun, ku lihat Airesha tak berubah sekalipun. Aku juga melihat perubahan dari Atirah sejak dia duduk sebangku dengan ku. Suatu hari,saat Airesha tidak masuk sekolah berhari hari, aku sangat marah pada Atirah. Dia seperti tak punya hati,meninggalkanku duduk sendirian sedangkan dia bersenang senang duduk dengan Seffy.

Seharusnya bukan aku yang duduk sendirian, melainkan Atika yang sebangku dengan Siti. Tapi kenapa aku yang kena getahnya?? Berhari hari saat Siti tidak masuk,aku pun curhat kepada Ima tentang kekesalanku pada Alya. Dan saat itu,aku merasa bahwa Ima lah sahabat yang paling pas bagiku. Aku tak berani berbicara terus terang kepada sahabat-sahabatku kalau aku ingin keluar dari grup SARAIZAH.

Aku pun mengajak Ima untuk menjadi sahabatku dan menjadi teman menaiki wahana di Jatimpark saat rekreasi kelas 8 nanti. Ima pun menyutujuinya. Saat Airesha masuk sekolah,aku mengira alma akan duduk denganku lagi. Tapi firasatku berbeda dengan kenyataan. Kulihat Yang duduk dengan Airesha dan Atirah duduk dengan Atika.

Hatiku sakit saat itu dan aku bingung, duduk dengan siapa aku sekarang ini??Akhirnya Bella mengajakku duduk sebangku dengannya dan aku mau. Hari-hari berikutnya,aku tetap duduk dengan Bella, dan Yang tetap duduk dengan Airesha. Aku merasa,hatiku sangat sakit ketika melihat kedekatan Airesha dengan Yang. Aku merasa,sepertinya Iama melupakan aku.

Belum lagi Atirah sama sekali tak menghiraukan aku. Hatiku sangat sedih sekali kala itu. Aku merasa sangat marah pada Airesha karna dia telah merebut perhatian Yang dariku. Bahkan saat ini, aku tak dihiraukan oleh Yang. Dan pada saat itu, aku memutuskan untuk memusuhi Fatin, Airesha, Atika, dan Yang walau sebenarnya aku masih tak ingin kehilangan Yang sebagai seorang sahabat yang pernah ku akui.

Lama sesudah aku memusuhi mereka,aku melihat Dayah juga dekat pada Airesha. Aku pun berfirasat, kali ini pasti Dayah juga dijauhkan Airesha dari aku. Tapi aku tak peduli. Aku sudah tak peduli lagi semua yang berhubungan dengan Airesha. Aku menyesal karna telah menjadikannya sahabat. Karna sesungguhnya, dia tak pantas dianggap sebagai sahabat melainkan sangat pantas dijadikan seorang musuh.

Kini aku menyendiri dan tidak bergaul dengan siapapun. Aku menjadi sangat sedih apabila melihat wajah Ima. Karna dia telah ku aggap sahabat dan tak pernah ingin kehilangannya. Aku juga bingung, dengan siapa aku curhat dan bermain wahana di jatimpark besok karna kini aku sudah tak mempunyai sahabat gara-gara anak yang bernama Airesha.

Dan aku tidak pernah mau mengakui Airesha sebagai sahabat sampai kapan pun. 'Fatin,yang sabar ya. Kamu tenang aja,aku mau menemanimu di saat rekreasi besok. Kamu gak usah sedih kehilangan Ima. Aku yakin kalo Yang bakal kembali jadi sahabatmu lagi, karna aku yakin sahabat tidak akan pernah hilang.'

Aini berbicara menghiburku. Aku tersadar dari tangisanku dan berusaha untuk tetap tegar dan sabar walaupun kehilangan Ima, sahabatku yang benar-benar ku akui.

atirah

atika

airesha

yang

bella

fatin

No comments:

My SeLf

My SeLf
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...